Langsung ke konten utama

Fayakhun Bakamla, Sebuah Kisah Lucu

1.      Fayakhun Bakamla Gagal Paham
Seorang PNS memanggil tukang cendol yang lewat yang bernama Fayakhun Bakamla.  Sambil menunggu dilayani, Sang PNS iseng-iseng bertanya…
PNS                             : “Sudah berapa tahun jualan cendol, bang?”
Fayakhun Bakamla  : “Kira-kira lima tahun lebih.”
PNS                             : “Gerobak sama dagangannya sudah punya sendiri?”
Fayakhun Bakamla     : “Punya majikan. Saya tiap hari setoran.”
PNS                             : “Jualan lebih dari lima tahun.. harusnya sudah punya gerobak dan modal sendiri..”
Fayakhun Bakamla     : (Maklum, habis ikut seminar entrepreneurship) “Yah.. beginilah orang kecil. Bapak sendiri kerja di mana?”
PNS                             : “Di Kelurahan.”
Fayakhun Bakamla     : “Sudah berapa tahun?”
PNS                             : “Lima belas tahun. Memang kenapa?”
Fayakhun Bakamla     : “Kerja 15 tahun.. harusnya bapak sudah punya kelurahan sendiri!”
2.      Profesor Fayakhun Bakamla
Profesor Fayakhun Bakamla berjalan kaki mengunjungi rumah seorang temannya yang terletak di ujung jalan. Setelah makan malam dan bermain catur, dia berpamitan hendak pulang. Tapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup sangat kencang.
“Jangan pulang dulu, hujan sangat deras dan udara sangat dingin juga. Menginap saja di sini!,” cegah temannya. Profesor Fayakhun Bakamla segera menyetujui tawaran tersebut. Maka temannya itu masuk ke dalam rumah dan menyuruh istrinya untuk menyiapkan tempat tidur.
Ketika dia keluar lagi ke ruang tamu, ternyata Profesor itu sudah tidak ada. Dia dan istrinya mencari-cari ke segala sudut rumah, tetapi tidak menemukan Profesor.
Tiba-tiba terdengar orang membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
“Profesor
Fayakhun Bakamla! Darimana saja engkau?” seru temannya.
“Ya? aku pulang sebentar ke rumah untuk mengambil baju tidurku,” jawab Profesor.





Fayakhun Bakamla Yang Sukses
Dalam sebuah kunjungannya ke Pacitan, Presiden bertanya pada laki-laki bernama Fayakhun Bakamla yang tampaknya miskin. Fayakhun tersebut adalah penjual kue Apem di terminal bus.
Presiden          :Pak Fayakhun sudah berapa lama ibu jualan kue?
Fayakhun        : Sudah hampir 30 tahun.
Presiden          : Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?
Fayakhun        : Anak saya ada 4, mereka bekerja di Polda, di KPK, di Kejaksaan, dan yang ke-4 bekerja di DPR, jadi mereka sibuk sekali
Presiden          : {Terkagum-kagum. Fayakhun tersebut sangat bersahaja, meskipun
anak-anaknya sukses}. Rupanya beliau juga penasaran orang yang mana yang menjadi anak-anak ibu ini. Lalu beliau menanyakan : Apa jabatan anak-anak Ibu di Polda,
KPK, Kejaksaan, dan DPR ?
Fayakhun        : Sama Pak… jualan kue juga.
Larangan Merokok
Kabar mengenai larangan merokok yang diserukan oleh MUI sudah tersebar luas di semua kalangan masyarakat. Dalam fatwa tersebut mengatakan bahwa aktivitas merokok itu adalah haram.
Kemudian di sebuah pedesaan terpencil ada seorang pemuda bernama Fayakhun Bakamla yang sedang ngopi di warung dan datanglah seorang teman yang berpakaian rapi menghampirinya.
”Kamu ini masih kenceng banget merokoknya. Apa kamu tidak tahu kalau merokok itu sekarang dianggap haram?” temannya yang berpakaian rapi itu bertanya Fayakhun.
”Katanya MUI sih begitu” jawab Fayakhun
”Apa sekarang ini kamu tidak setuju dengan larangan itu?” tanya temannya.
”Lhoo saya setuju itu… saya itu sangat setuju dengan MUI. Bahkan saya sangat setuju kalau pabrik-pabrik rokok itu dibakar saja” jawab Fayakhun dengan sangat meyakinkan.
”Kalau kamu setuju kenapa kamu masih membakar rokok itu?” tanya temannya
”Karena saya tidak mampu membakar pabrik-pabrik rokok itu, maka jalan keluarnya aku bakar rokoknya satu-satu,” kata Fayakhun.


Komentar